DEVELOPMENT OF PROBLEM CHILDREN THROUGH THE GAPURA PANCA WALUYA PROGRAM FROM THE PERSPECTIVE OF CHILDREN'S RIGHTS PROTECTION

Authors

Rizqie Achmad Alfarezi

DOI:

10.5281/zenodo.20769773

Published:

2026-06-20

Downloads

Abstract

The Gapura Panca Waluya program, initiated by the Governor of West Java through Circular Letter Number 45/PK.03.03/KESRA, is a policy for fostering troubled children through a semi-military approach involving cooperation with the Indonesian Army. This policy has drawn serious attention considering that the categorization of "problem children" in the circular does not clearly differentiate between children who commit juvenile delinquency and children involved in criminal acts. This study aims to analyze the suitability of the Gapura Panca Waluya program with the principle of the best interests of children as well as the criminal accountability of children who have participated in the program. The research method applied is normative law with a legislative approach and is also based on concepts. The research findings reveal that this program is not in line with the principle of the best interests of children as mandated by Law No. 35 of 2014 concerning Child Protection and has the potential to violate children's rights guaranteed in Article 28B paragraph (2) of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia . In addition, this program has the potential to create uncertainty regarding the legal status of children involved in criminal acts, considering that Law No. 11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System already manages a special handling mechanism that should be taken for children in conflict with the law. As a solution, this program can be integrated as a form of diversion agreement for children involved in criminal acts according to the Juvenile Criminal Justice System mechanism.

Keywords:

Diversio Panca Waluya Gate Juvenile Delinquency Best Interests of the Child Juvenile Criminal Justice System

References

Legalization

Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

Undang Undang Nomor 1 Tahun 1946 terkait Kitab Undang Undang Hukum Pidana

Undang Undang Nomor 39 Tahun 1999 terkait Hak Asasi Manusia

Undang Undang Nomor 11 Tahun 2012 terkait Sistem Peradilan Pidana Anak

Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 terkait Perlindungan Anak

Surat Edaran No. 45/PK.03.03/KESRA

Book

Anjaswarni, T., Nursalam, N., Vidiati, S., & Yusuf, A. (2020). Deteksi Dini Potensi Kenakalan Remaja (Juvenile Delinquency) dan Solusi: “Save Remaja Milenial”. Sidoarjo: Zifatama Jawara.

Marzuki, P. M. (2017). Penelitian Hukum (Edisi Revisi). Jakarta: Kencana.

Soekanto, Soerjono & Sri Mamudja. (2001). Penelitian Hukum Normatif (Suatu Tinjauan Singkat). Jakarta: Rajawali Pers.

Yulistiyono, A., Gunawan, E., Widayati, T., Firmansyah, H., Malau, N. A., Megaster, T., ... & Indawati, N. (2021). Bonus Demografi sebagai peluang Indonesia dalam percepatan pembangunan ekonomi (Vol. 1). Penerbit Insania.

Scientific Journal

Afandy, T., & Desiandri, Y. S. (2023). Tinjauan implementasi kebijakan perlindungan dan pemenuhan hak anak. Iuris Studia: Jurnal Kajian Hukum, 4(3).

Anjari, W. (2012). Tawuran pelajar dalam perspektif kriminologis, hukum pidana, dan pendidikan. Jurnal Ilmiah Widya, 218772.

Ariani, N. M. I., Yuliartini, N. P. R., & Mangku, D. G. S. (2019). Implementasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 terkait Sistem Peradilan Pidana Anak terhadap curanmor yang dilakukan oleh anak di Kabupaten Buleleng. Jurnal Komunitas Yustisia, 2(2), 100–112.

Asgar, S., & Kartianti, S. (2021). Kebijakan pemerintah daerah dalam penanganan dan perlindungan anak yang berhadapan dengan hukum di Halmahera Utara. Wajah Hukum, 5(1), 228–240.

Eleanora, F. N., & Masri, E. (2018). Pembinaan khusus anak menurut sistem peradilan pidana anak. Jurnal Kajian Ilmiah Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, 18(3), 215–230.

Harahap, D. (2020). Peran guru bimbingan konseling dalam menangani kenakalan siswa. Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 2(1).

Hartawan, A. S., & Subroto, M. (2023). Pelaksanaan alternatif penghukuman anak bermasalah dengan hukum melaksanakan pendidikan formal dan menjalani wajib militer pada usia setelah 18 tahun. Innovative: Journal of Social Science Research, 3(4), 9946–9955. https://j-innovative.org/index.php/Innovative

Hazman, I. F., & Primananda, E. (2026). Kewenangan pelibatan anak sekolah dalam program barak militer di Jawa Barat. Reformasi Hukum Trisakti, 8(1). https://doi.org/10.25105/refor.v8i1.25189

Indriani, I., Azzahra, S., Safardi, Z., Adawiyyah, R., & Suhardi, S. (2025). Membangun karakter disiplin melalui barak militer: Analisis stakeholder dalam inovasi pendidikan. eL-Muhbib Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Dasar, 9(1).

Krisnalita, L. Y. (2019). Diversi pada tindak pidana yang dilakukan oleh anak. Binamulia Hukum, 8(1), 93–106.

Kurniasi, R. (2024). Penerapan restorative justice terhadap anak yang menjadi pelaku tindak pidana melalui diversi. UNES Law Review, 6(4), 10821–10828.

Kurniawaty, J. B., Widayatmo, S., & Widyastuti, M. (2025). Menumbuhkan nasionalisme dan sikap bela negara melalui pelatihan militer pada anak bermasalah: Tinjauan psikologis, HAM, dan suara orang tua. JAGADDHITA: Jurnal Kebhinnekaan dan Wawasan Kebangsaan, 4(2).

Lestari, M. (2017). Hak anak untuk mendapatkan perlindungan berdasarkan peraturan perundang-undangan. UIR Law Review, 1(2).

Mulati, Y. (2023). Parents' role in preventing children's deviant behavior through character education and children's potentials optimization. Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan, 15(2). http://dx.doi.org/10.24832/jpkp.v15i2.632

Novriyansah, M. A. D. (2025). Manajemen kurikulum pendidikan berbasis militer: Analisis dan tantangannya. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(02).

Satyahadewi, N., Amir, A., & Hendrianto, E. (2023). Proyeksi peningkatan perekonomian melalui pemanfaatan bonus demografi 2040. Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora, 6(2). https://doi.org/10.31539/kaganga.v6i2.7943

Zaynudin, A., & Susanto, A. (2026). Mengkaji kebijakan Gubernur Jawa Barat terkait penempatan anak di barak militer sebagai upaya pembinaan terhadap kenakalan anak dikaitkan dengan konsep anak sipil dan anak negara dalam sistem pemasyarakatan. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(2), 4674–4680.

Internet

Aditya, A. (2025, 21 Oktober). KDM buka pendidikan karakter Gapura Panca Waluya angkatan keenam. Lingkup.id. Diakses pada 11 November 2025, dari https://lingkup.id/kdm-buka-pendidikan-karakter-gapura-panca-waluya-angkatan-keenam/

BBC Indonesia. (2025, 6 Mei). Dedi Mulyadi kirim pelajar 'bandel' ke barak militer – Apa akibatnya? BBC Indonesia. Diakses pada 10 Maret 2026 https://www.bbc.com/indonesia/articles/c7932qp4n2ro

Kang Dedi Mulyadi Channel. (2025, 12 Agustus). TUTUP PENDIDIKAN GAPURA PANCA WALUYA DI MARKAS MARINIR | INI PESAN KDM. YouTube. Diakses pada 2 September 2025 pukul 17.16 WIB, dari https://www.youtube.com/watch?v=bdJMRSEpE5I

Kang Dedi Mulyadi Channel. (2025). Dedi Mulyadi klarifikasi program barak militer, ada persetujuan orang tua?. YouTube. Diakses pada 2 Juli 2025, dari https://youtu.be/799LUtH98dY?si=kOpnmdLatTyz0KCN

Pusat Informasi Kriminal Nasional Kepolisian Republik Indonesia. (2025). Ratusan anak terlibat tindak kriminal sejak awal tahun 2025. PUSIKNAS POLRI. Diakses pada 29 April 2025 pukul 13.40 WIB, dari https://pusiknas.polri.go.id/detail_artikel/ratusan_anak_terlibat_tindak_kriminal_sejak_awal_tahun_2025

Yudaningsih. (2025). Gapura Panca Waluya: Jalan kebangkitan pendidikan karakter dari Tatar Sunda. Kompasiana. Diakses pada 22 Juni 2025 pukul 12.58, dari https://www.kompasiana.com/yudaningsih/68295b8c34777c0cd623dbb2/gapura-panca-waluya-jalan-kebangkitan-pendidikan-karakter-dari-tatar-sunda

Author Biography

Rizqie Achmad Alfarezi, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta

Author Origin : Indonesia

Downloads

Download data is not yet available.

How to Cite

Rizqie Achmad Alfarezi. (2026). DEVELOPMENT OF PROBLEM CHILDREN THROUGH THE GAPURA PANCA WALUYA PROGRAM FROM THE PERSPECTIVE OF CHILDREN’S RIGHTS PROTECTION. Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI), 6(4), 5862–5872. https://doi.org/10.5281/zenodo.20769773

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.