LEGAL PROTECTION OF ADOPTED CHILDREN IN POST-DIVORCE CUSTODY DISPUTES: A COMPARATIVE STUDY BETWEEN NATIONAL LAW AND THE PRINCIPLE OF THE BEST INTERESTS OF THE CHILD UNDER THE CRC
DOI:
10.5281/zenodo.20770301Published:
2026-06-20Downloads
Abstract
The rising divorce rate in Indonesia has generated complex legal issues, particularly regarding the custody of adopted children following the dissolution of marriage. Adopted children occupy a vulnerable position as Indonesian positive law lacks specific regulations governing their custody when adoptive parents divorce. This study examines the legal protection of adopted children's guardianship rights post-divorce and evaluates its conformity with the best interests of the child principle under the Convention on the Rights of the Child (CRC). A normative juridical method was applied using statutory, conceptual, and comparative approaches through library research. The findings reveal that although the 1945 Constitution, Law no. 35 of 2014, Government Regulation no. 54 of 2007, and the Compilation of Islamic Law provide a legal foundation, these instruments remain general and lack specific judicial guidelines. As a result, court decisions in custody disputes involving adopted children tend to be inconsistent. This study recommends the development of specific national judicial guidelines and the inclusion of custody clauses in notarial requirements of adoption to ensure optimal legal protection.
Keywords:
adopted children child custody best interests of the child legal protectionReferences
Republik Indonesia. (1974). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Lembaran Negara RI Tahun 1974 Nomor 1.
Republik Indonesia. (1990). Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 1990 tentang Pengesahan Convention on the Rights of the Child. Lembaran Negara RI Tahun 1990 Nomor 57.
Republik Indonesia. (2002). Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Lembaran Negara RI Tahun 2002 Nomor 109.
Republik Indonesia. (2007). Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Pengangkatan Anak. Lembaran Negara RI Tahun 2007 Nomor 123.
Republik Indonesia. (2009). Peraturan Menteri Sosial Nomor 110/HUK/2009 tentang Persyaratan Pengangkatan Anak. Kementerian Sosial RI.
Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Lembaran Negara RI Tahun 2014 Nomor 297.
Republik Indonesia. (2019). Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Lembaran Negara RI Tahun 2019 Nomor 186.
Republik Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 28B ayat (2).
Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam, Pasal 105, Pasal 171 huruf h, dan Pasal 209 ayat (2).
Instrumen Internasional
United Nations. (1989). Convention on the Rights of the Child. United Nations Treaty Series, Vol. 1577.
Committee on the Rights of the Child. (2013). General Comment No. 14 on the right of the child to have his or her best interests taken as a primary consideration (UN Doc. CRC/C/GC/14). United Nations
Buku
Kamil, A., & Fauzan. (2010). Hukum perlindungan dan pengangkatan anak di Indonesia. RajaGrafindo Persada.
Rahardjo, S. (2000). Ilmu hukum. Citra Aditya Bakti.
Jurnal Ilmiah
Ali, M. (2022). Menolak Tindak Pidana Pasar Modal Dalam Perkara PT. Asuransi Jiwasraya Sebagai Korupsi. Jurnal Ius Constituendum, 7(1), 32–49. https://doi.org/10.26623/jic.v7i1.4887
Ananda Sabina Zahira. (2025). Optimalisasi Prinsip Kepentingan Terbaik Anak dalam Penetapan Hak Asuh Pasca Perceraian : Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif di Indonesia. Federalisme: Jurnal Kajian Hukum Dan Ilmu Komunikasi, 2(3), 163–174. https://doi.org/10.62383/federalisme.v2i3.1021
Basyarahil, R. M., Ragil Putri, D., & Kartika, A. S. (2024). Implementasi Perlindungan Hukum Atas Hak Anak dalam Proses Pemberian Hak Asuh Anak Akibat Perceraian. 7(1). https://doi.org/10.31933/unesrev.v7i1
Sulastri, K., & Yuli, Y. W. (n.d.). Perlindungan Hukum Terhadap Isteri Sebagai Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Jurnal Yuridis, 6(2), 73–92.
Hidayat, Y. (2025). Analisis Komparatif Pertimbangan Hakim atas Penentuan Hak Asuh Anak Pasca Perceraian. JIHHP, 6(2). https://doi.org/10.38035/jihhp.v6i2
Hikmah Wicaksana, D., Klarita Trasaenda, R., Yekti, I., Pramesti, W., Feby Sabrina, A., Mutiara Insani, G., & Ramadhani, D. A. (n.d.). Media Hukum Indonesia (MHI) Published by Yayasan Daarul Huda Krueng Mane Pertimbangan Hukum Dalam Hak Asuh Anak Pasca Perceraian. 2(3), 362. https://doi.org/10.5281/zenodo.12179892
Kurniawan, H. (n.d.). Perlindungan Hak Anak dalam Konflik Perceraian: Analisis Hukum Keluarga Indonesia. 1(3), 314–324. Retrieved https://jurnal.fanshurinstitute.org/index.php/wathan|314
Mulyadi, S. (2019). Penyelesaian Sengketa Kepemilikan Tanah Bersertifikat Ganda. Jurnal Yuridis, 6(1), 147–173.
Nashrullah, Y., & Hartati, E. (2023). Pengaruh Prinsip Best Interest of Child Dalam Penentuan Hak Asuh Anak Pada Kasus Perceraian Menurut Hukum Perdata (Analisis Terhadap Putusan-Putusan Pengadilan). https://scholarhub.ui.ac.id/lexpatri/vol2/iss2/10
Syafiuddin, M. N. (2022). Aksentuasi Kepentingan Terbaik Anak dalam Putusan Nafkah sebagai Upaya Penjaminan Hak Asasi Anak. Jurnal HAM, 13(2), 235. https://doi.org/10.30641/ham.2022.13.235-252
Syahan Nur Muhammad Haiba, & Anjar Sri Ciptorukmi Nugraheni. (2024). Penetapan Hak Asuh Anak Pasca Perceraian Berdasarkan Asas Kepentingan Terbaik Anak. Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan Dan Sosial Humaniora, 1(2), 151–161. https://doi.org/10.62383/aliansi.v1i2.84
Wahyu Pratama, A., Somawinata, Y., Hidayat, A., & Priatna, S. (2026). Perlindungan Hak Anak Angkat dan Implikasi Keperdataannya dalam Hukum Keluarga di Indonesia (Vol. 13, Issue 1).
Putusan Pengadilan
Pengadilan Agama Maros. (2020). Putusan Nomor 75/Pdt.G/2020/PA.Mrs.
Pengadilan Agama Semarang. (2022). Putusan Nomor 1101/Pdt.G/2022/PA.Smg.
Pengadilan Agama Klaten. (2023). Putusan Nomor 0918/Pdt.G/2023/PA.Klt.
Sumber Lain
Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI. (2022). Statistik perkara perceraian 2022. Mahkamah Agung RI.
Kementerian Sosial RI. (2022). Data pengangkatan anak 2020–2022. Kementerian Sosial RI.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia. (2023). Laporan perlindungan anak tahun 2023. KPAI.
UNICEF Indonesia. (2023). Convention on the Rights of the Child: Country implementation report. UNICEF.
Saputra, R. (2026, 8 Januari). Kuasa hukum: Anak adopsi Ridwan Kamil–Atalia tak masuk putusan hakim. ANTARA News. https://sumbar.antaranews.com/berita/737469/kuasa-hukum-anak-adopsi-ridwan-kamil-atalia-tak-masuk-putusan-hakim
License
Copyright (c) 2026 Cinta Rizqareka Darmawan, Surahmad

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




