IMPLEMENTATION OF IDLE ASSET GOVERNANCE POLICY AND ITS IMPLICATIONS ON REGIONAL ASSET OPTIMIZATION IN BANYUWANGI REGENCY
DOI:
10.54443/ijerlas.v5i6.5021Published:
2026-01-18Downloads
Abstract
Idle asset management is a crucial issue in regional governance because it impacts the optimization of development resources. In Banyuwangi Regency, despite the availability of a regulatory framework for regional asset management, idle asset utilization has not been optimal. This study aims to analyze the implementation of idle asset management policies in Banyuwangi Regency, focusing on the management structure, implementation communication, and implementing agents. This study employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation studies at the Regional Financial and Asset Management Agency (BPKAD) and related Regional Apparatus Organizations. Informants were selected purposively, and data analysis was conducted interactively, maintaining data validity through triangulation. The results indicate that idle asset management in Banyuwangi Regency is still oriented towards administrative compliance, implementation communication is ineffective and ineffective, and the capacity and initiative of implementing agents are still limited. These conditions result in idle asset utilization not being optimally integrated with regional development. This study emphasizes the need for strengthening the management structure, collaborative policy communication, and increasing the capacity of implementing agents to optimize idle asset management in Banyuwangi Regency.
Keywords:
Idle Asset Management Policy Implementation Regional Assets.References
Agustino, L. (2017). Dasar-dasar kebijakan publik. Bandung: Alfabeta.
Ayun, N. Q., Priyanto, H., & Agustina, E. (2025). Implementasi Kebijakan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Dalam Penanganan Hiv Dan Aids Di Kabupaten Banyuwangi. Nusantara Hasana Journal, 5(2), 458-473. Doi: 10.59003/nhj.v5i2.1574
Edwards III, G. C. (1980). Implementing public policy. Washington, DC: Congressional Quarterly Press.
Giddens, A. (1984). The constitution of society: Outline of the theory of structuration. Cambridge: Polity Press.
Grindle, M. S. (1980). Politics and policy implementation in the Third World. Princeton, NJ: Princeton University Press.
Kusman, dkk. 2025. Literasi Kewarganegaraan: Bagian Hukum Dan Peraturan Dalam Kehidupan Bernegara; Suatu Diskursus Nilai Keadilan Dalam Penyelenggaraan Pelayanan Publik. Jambi: Sonpedia Publishing Indonesia;
Majidah, Wardah Rifkah., Safrieta Jatu Permatasari, & Hary Priyanto. (2025). Pembinaan Pengamen Eksentrik Pada Kawasan Publik Kabupaten Banyuwangi Sebagai Upaya Perubahan Dari Kemiskinan Menuju Kesejahteraan. Nusantara Hasana Journal, 4(12), 261–275. Doi: 10.59003/nhj.v4i12.1450.
Mahmudi. (2016). Manajemen kinerja sektor publik. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Mardiasmo. (2018). Otonomi dan manajemen keuangan daerah. Yogyakarta: Andi.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah.
Priyanto, H. (2018). Tinjauan Peraturan Bupati Nomor: 45 Tahun 2015 Tentang Tata Cara Pencegahan Dan Penanggulangan HIV/AIDS Terhadap Perkembangan Prostitusi Kabupaten Banyuwangi. WELFARE: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial, 7(1). Doi: 10.14421/welfare.2018.071-03
Priyanto, H. 2023. The Quality of Education for the People of Banyuwangi: Analysis Study of the Banyuwangi Cerdas Program. QALAMUNA-Jurnal. 15(2): 1007-1018. doi:10.37680/qalamuna.v15i2.3788.
Priyanto, H., & Noviana, N (2023). Intersubjektif Keadilan Dalam Implementasi Pelayanan Publik Di Kabupaten Banyuwangi. Majalah Ilmiah Dian Ilmu, 22 (2). Doi: 10.37849/midi/v22i2.330;
Priyanto, H. 2024. Public Service Quality in Banyuwangi Distric: A Study in Welfare Perspective. Jurnal Manajemen Pelayanan Publik,. 8(1):77-94. doi: 10.24198/jmpp.v8i1.48657.
Priyanto, H. 2025. Analisis Kebijakan Publik: Dasar dan Implementasi. Lamongan: Academia Publication.
Qomaini, M. A. (2022). Komunikasi Organisasi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam Meningkatkan Pelayanan Publik: Studi Kasus Program Bupati Ngantor di Desa. The Commercium, 5(3), 179-190;
Rizkiasari, F. N. (2025). Prosedur pengamanan dan pemeliharaan barang milik daerah. Jurnal Administrasi Publik, 10(1), 45–58.
Septriana RV, Priyanto H, Vitasari L. (2024). Quality of Representation Women Legislators in the Manifestation of Public Policy Formation in Banyuwangi: Uthopis or Prosperity?. JOELS: Journal of Election and Leadership. 5(2): 161-171. Doi:10.31849/joels.v5i2.22406.
Shiddiqi, Izzul Haque Ash., Leni Vitasari, & Hary Priyanto. (2024). Strategi Komunikasi Calon Legislatif Muda Pada Pemilu DPRD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2024. Nusantara Hasana Journal, 4(3), 64–77. Doi: 10.59003/Nhj.V4i3.1199
Tachjan. (2006). Implementasi kebijakan publik. Bandung: AIPI.
Werdana, A. (2022). Optimalisasi peran pemerintah daerah terhadap pengelolaan aset daerah. Jurnal Kebijakan Publik, 7(2), 113–128.
Zakiyah, I. H., & Priyanto, H. (2024). Analisis Inovasi Ekonomi Kreatif Usaha Homestay Di Desa Tamansari Kabupaten Banyuwangi: Suatu Pemberdayaan Efektif atau Eksistensi Proyek Pemerintah Desa?. Majalah Ilmiah Cahaya Ilmu, 6(1), 2715-3339. Doi: 10.37849/mici.v6i1.406.
License
Copyright (c) 2026 Qurya Adjeng Pitaloca, Hary Priyanto, Erna Agustina

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

